Dina Maulidah Ajak Masyarakat Cegah Karhutla dengan Tidak Membakar Lahan
Pambelum, Puruk Cahu – Memasuki musim kemarau, intensitas curah hujan di Kabupaten Murung Raya mulai berkurang sehingga meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi ini menjadi perhatian Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Murung Raya, Dina Maulidah.
Dina Maulidah mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama agar bencana kabut asap tidak kembali terjadi di wilayah Murung Raya.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Mari bersama-sama menjaga lingkungan agar terhindar dari kebakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan banyak pihak,” ujar Dina, Senin (27/7/2026).
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat. Menurutnya, kepedulian seluruh elemen masyarakat sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus melindungi kesehatan masyarakat dari dampak kabut asap.
Ia juga mengingatkan bahwa membakar lahan merupakan tindakan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan dan dapat dikenakan sanksi hukum. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan cara yang lebih aman dan ramah lingkungan dalam mengelola lahan.
“Kita tentu berharap musim kemarau tahun ini dapat dilalui tanpa adanya kebakaran hutan dan lahan. Dengan kepedulian dan kerja sama semua pihak, risiko karhutla dapat diminimalkan,” katanya.
Dina juga mendorong pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui sosialisasi, patroli terpadu, dan pemantauan kawasan yang rawan terjadi kebakaran.
Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat segera ditangani sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya pencegahan karhutla. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat melindungi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, dan menghindari kerugian yang lebih besar akibat kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
