Gebyar Musik Islami Murung Raya Sukses, Rahmanto Dorong Digelar di Ruang Terbuka
PAMBELUM,Puruk Cahu – Wakil Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah sekaligus Ketua DPD Lasqi Nusantara Jaya Kabupaten Murung Raya, Rahmanto Muhidin, secara resmi menutup Gebyar Musik Islami yang dilaksanakan di Gedung Adat Dayak (DAD) di Puruk Cahu, Kamis (10/9) malam.
Penutupan Gebyar Musik Islami itu sendiri dirangkai dengan pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lasqi dari lima kecamatan di Kabupaten Murung Raya.
”Pemerintah daerah berharap agar kegiatan lomba seperti ini bisa terus dilaksanakan di tahun-tahun mendatang, dan saya usul kedepannya dilakukan di tempat terbuka agar bisa disaksikan oleh masyarakat umum,” kata Rahmanto mewakili Bupati Murung Raya sebelum menutup kegiatan tersebut.
Menurut Rahmanto, penyelenggaraan ditempat terbuka penting dilakukan agar masyarakat luas dapat menikmati dan menyaksikan langsung kemeriahan festival seperti penyelenggaraan pada tahun 2018, 2019, dan 2020 lalu.
Lebih lanjut, Rahmanto mengingatkan pentingnya peran media sosial di era modern saat ini, dan mengajak seluruh pengurus dan peserta untuk aktif mempromosikan kegiatan-kegiatan positif dan seni Islam di berbagai platform seperti TikTok, Facebook, dan Instagram.
“Hari ini kita berada di era perang teknologi dan media. Semakin banyak media yang mendialogkan akidah dan seni budaya kita, maka akan semakin besar pula pengaruhnya bagi anak-anak kita dalam rangka membangun generasi yang berkarakter,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu pula Rahmanto menyebut para peserta yang terpilih dalam kegiatan itu nantinya akan dipersiapkan untuk mewakili Kabupaten Murung Raya di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang rencananya akan diselenggarakan di Kabupaten Kapuas, sebelum melangkah ke tingkat nasional.
Sebelumnya Ketua Panitia kegiatan pelantikan DPK dan Gebyar Musik Islami tahun 2026, Wahyudi menyampaikan kegiatan gebyar musik Islami telah dimulai sejak pendaftaran dan audisi pada 7–8 September 2026 dan babak perlombaan pada 9–10 September 2026 hingga malam puncak penutupan.
”Tercatat sebanyak 119 peserta ambil bagian dalam ajang ini. Angka tersebut melampaui target awal panitia yang hanya mematok 50 hingga 60 peserta,” kata Wahyudi.
Dilanjut Wahyudi antusiasme peserta tidak hanya datang dari Kota Puruk Cahu saja, melainkan juga dari berbagai perwakilan kecamatan, seperti Permata Intan, Laung Tuhup, Murung, hingga Tanah Siang Selatan.
Dalam malam penutupan tersebut, disampaikan Wahyudi lagi panitia mengumumkan sekaligus menyerahkan trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan kepada para pemenang di seluruh kategori perlombaan.
”Para pemenang terpilih dipersiapkan untuk menghadapi Festival Seni Qasidah tingkat Provinsi Kalimantan Tengah yang dijadwalkan pada pertengahan Oktober 2026, serta pemenangnya akan melaju ke tingkat nasional pada November 2026,” demikian Wahyudi.(Sup)
