Pambelum

Refrensi Berita Kalteng

Dinkes Ungkap Penyebab Rendahnya Imunisasi di Mura

Suwirman

PAMBELUM, Puruk Cahu – Murung Raya menjadi Kabupaten dengan capaian cakupan imunisasi terendah di Kalteng pada tahun 2025. Yakni hanya berada diangka 37 persen, jauh dari dari target nasional diangka 85 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Murung Raya dr Suwirman Hutagalung dalam wawancara bersama Kalteng Pos membenarkan cakupan imunasasi di Kabupaten Murung Raya pada tahun 2025 mengalami penurunan. Hal ini diakibatkan ada beberapa faktor diantaranya ketersedian nakes, kesadaran masyarakat, dan keterlibatan seluruh stackholder.

Suwirman menjelaskan saat ini ada banyak jenis vaksin yang harus diberikan kepada anak pada periode imunisasi. Dimana setiap pemberian vaksin ini memiliki efek salah satunya demam terhadap anak. Karena hal itu juga banyak orang tua yang enggan membawa anaknya untuk berimunisasi.

“Padahal demam setelah imunisasi merupakan reaksi dari vaksin yang tidak berlangsung lama, dan hal ini sangat wajar terjadi. Namun karena hal ini juga banyak respon orang tua menjadi ketakutan mengakibatkan sadar imunasi menjadi berkurang,” tegas Suwirman Hutagalung.

Ia juga menjelaskan banyak hal yang sudah dilakukan untuk memberikan dorongan terhadap masyarakat untuk sadar imunisasi. Baik melalui sosialisasi. Bahkan hingga memberikan reward terhadap orang tua karena telah mengikuti imunisasi. Namun hal itu masih belum memberikan dampak.

Selain hal itu Suwirman menjelaskan tim imunisasi juga melakukan aksi jemput bola. Namun juga mendapatkan penolakan dari para warga. Hal saat melakukan imunisasi di desa terpencil.

Ia mengatakan angka tertinggi sadar imunisasi di Kabupaten Murung Raya banyak terdapat pada wilayah dengan penduduk terbanyak. Seperti Kecamatan Murung Raya, Kecamatan Laung Tuhup, Desa Mangkahui, dan Desa Soripoi.

“Padahal Posyandu itu tersebar disetiap desa, bahkan ada dua posyandu yang kami sediakan untuk wilayah desanya lebih besar agar memudahkan masyarakat,” tegas Suwirman Hutagalung.

Selain itu pada tahun 2025, ia menjelaskan bahwa faktor selanjutnya ada pada kekosongan tenaga kesehatan, karena tenaga kontrak diberhentikan. Namun pada Desember 2025 dilakukan pengakatan kembali. Dengan adanya pengankatan kembali Suwirman yakin 2026 cakupan imunisasi di Murung Raya bisa meningka.

Selain itu ia berharap melalui surat edaran Bupati Murung Raya, lintas sektoral bisa bahu membahu dalam menangani rendahnya cakupan imunisasi di Murung Raya. Termasuk peran Camat dan Kepala Desa yang gencar dalam mengajak warganya dalam berimunisasi.

“Kami menargetkan tahun 2026 bisa lebih maksimal cakupan imunisasi, dengan strategi dan program yang kami telah susun nantinya, dimana salah satunya tetap memberikan reward terhadap orang tua yang berhasil menuntaskan imunisasi untuk anaknya,” tegasnya.

REKOMENDASI EDITOR