Pembangunan sarana air bersih dilaksanakan tahun ini di Puruk Cahu Seberang
Puruk Cahu – Lurah Puruk Cahu Seberang, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah. Andry Irawan menyebut tahun ini pembangunan sarana air bersih untuk warga akan mulai dilaksanakan di kelurahan tersebut.
“Kami beberapa waktu lalu sudah melaksanakan survei bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) yang berlokasi di RT 6 dan pembangunannya dimulai Insya Allah tahun ini,” kata Andry di Puruk Cahu, Selasa (21/7).
Dikatakan Andry, selain didampingi dinas terkait, dalam survei juga dilibatkan warga selaku pemilik lahan dalam rangka memastikan kelayakan lokasi untuk pembangunan fasilitas air bersih yang selama ini diharapkan warga di kelurahan setempat.
Dalam persiapan pembangunan fasilitas untuk menyediakan air bersih, Andry juga menyampaikan tentunya lokasi yang ditetapkan tidak mendapat masalah kedepannya serta yang paling penting tidak begitu jauh jaraknya dengan Sungai Barito.
“Survei yang kami laksanakan beberapa hari lalu juga untuk mengukur jarak pipa dari tempat penyaringan atau pengolahan air ke sumber bahan baku. Bahan baku air nantinya menggunakan air Sungai Barito yang tentu diolah terlebih dahulu agar layak digunakan,” tambah Andry.
Menurut Andry, memang saat ini di Kelurahan Puruk Cahu Seberang terdapat fasilitas penyaluran atau pendistribusian air ke rumah warga yang berasal dari Sungai Barito Barito dan dikelola oleh perusahaan milik daerah, akan tetapi airnya tidak melalui penyaringan terlebih dahulu.
Tidak hanya itu, Andry juga menyampaikan rencana pembukaan fasilitas baru untuk sarana air bersih sudah jauh-jauh hari dipersiapkan oleh pemerintah daerah melalui dinas terkait bersama Kelurahan Puruk Cahu Seberang, dan diharapkan segala persiapan dan pengadaan sumber daya dapat dilakukan dengan lebih matang, sehingga implementasi pembangunan nanti dapat berjalan lancar.
“Tentunya juga rencana ini didukung penuh oleh seluruh masyarakat di Kelurahan Puruk Cahu Seberang yang saat ini berjumlah 2.404 orang atau 649 kepala keluarga (KK),” demikian Andry.
