Pambelum

Refrensi Berita Kalteng

World Water Forum”: Bersama Masyarakat Wujudkan Kebersihan Sungai dan Keberlanjutan Sumber Air

Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Ferry Syahrizal, S.T., M.T,

Palangka Raya, Pambelum.com – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II merayakan peringatan 10 tahun “World Water Forum” dengan suatu acara yang bertemakan “Susur Sungai dan Bersih-Bersih Sungai”. Acara ini berlangsung di Drainase Pasar Kahayan Jalan Tjilik Riwut, Palangka Raya pada Kamis (27/07/2023).

Dalam acara ini, Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan II, Ferry Syahrizal, S.T., M.T, berharap agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat berkolaborasi dalam menjaga kebersihan sungai. Tidak hanya membersihkan sungai, tetapi juga melihat pada aspek keberlanjutan sumber daya air. Beliau menyatakan bahwa Balai Wilayah Sungai Kalimantan II telah menginisiasi program pembuatan biopori sebagai langkah menuju sumber daya air yang berkelanjutan di masa depan.

Ferry menjelaskan bahwa biopori berfungsi untuk memasukkan air ke dalam tanah, sehingga menjadi sumber air tanah yang dapat diandalkan. Selain itu, kegiatan penghijauan juga akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan membantu menjaga kesuburan tanah.

Menariknya, dalam momen peringatan ini, Balai Wilayah Sungai Kalimantan II juga mengajak anak-anak kecil dari berbagai SD untuk ikut berpartisipasi. Tujuannya adalah untuk memahamkan mereka mengenai pentingnya sumber daya air dalam kehidupan sehari-hari dan masa depan. Ferry menyadari bahwa budaya membuang sampah sembarangan, terutama ke sungai, masih cukup umum di masyarakat. Lebih dari 30% sampah yang terdampar di sungai berasal dari rumah tangga yang berada di pinggir sungai. Oleh karena itu, program edukasi seperti ini diharapkan dapat merubah perilaku masyarakat menjadi lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungannya.

Ferry juga menyampaikan bahwa saat ini telah ada 10 sekolah yang aktif berpartisipasi dalam program ini, dan harapannya adalah dapat menjangkau lebih banyak sekolah di masa depan. Dengan melibatkan anak-anak sebagai agen perubahan, diharapkan pesan tentang pentingnya menjaga sumber-sumber air akan menyebar dan mempengaruhi kesadaran masyarakat secara keseluruhan.

Terkait inisiatif ini, Ferry berpendapat bahwa akan menjadi suatu stimulan bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungannya, khususnya sumber daya air. Dia berharap bahwa setiap individu yang terlibat akan mengajak minimal dua orang lainnya untuk turut berpartisipasi. Dengan demikian, kesadaran tentang perlunya menjaga kebersihan sungai dan sumber air akan semakin tersebar luas.

Ferry menutup pernyataannya dengan mengimbau seluruh masyarakat untuk peduli terhadap pentingnya sumber air. Lebih dari 80% tubuh manusia terdiri dari air, sehingga kualitas dan ketersediaan air sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan. Dengan menjaga sungai dan lingkungan sekitarnya dari pencemaran, pembuangan sampah sembarangan, dan penebangan liar, kita semua berkontribusi pada keberlangsungan kehidupan dan kelestarian sumber daya alam.

Peringatan 10 Tahun “World Water Forum” oleh BWS Kalimantan II ini menjadi momentum penting untuk merenungkan kembali pentingnya kebersihan sungai dan keberlanjutan sumber air. Semoga kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda akan menghasilkan perubahan positif bagi masa depan yang lebih baik, di mana sumber-sumber air tetap terjaga dengan baik untuk kehidupan yang berkelanjutan. (FS)

REKOMENDASI EDITOR