Bupati Harapkan PPM PT MGM jadi Pilot Project untuk semua Perusahaan di Murung Raya

Bupati Mura Perdie M Yoseph saat memimpin rapat bersama perusahaan
Bupati Mura Perdie M Yoseph saat memimpin rapat bersama perusahaan
Android

PAMBELUM, Puruk Cahu – Bupati Murung Raya, Kalimantan Tengah, Perdie M. Yoseph memimpin langsung rapat koordinasi (Rakor) pelaksanaan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) sektor pertambangan di kabupaten setempat pada Rabu (19/1/2022) malam.

Tujuan dilakasanakannya Rakor dalam rangka pemaparan program PPM PT. Marunda Graha Mineral (MGM) berdasarkan peraturan Menteri ESDM No. 25 Tahun 2018 tentang perusahaan pertambangan mineral dan batu bara serta keputusan Menteri ESDM No.1824 K/30/MEM/2018 tentang pedoman pelaksanaan PPM serta esuai surat Bupati Murung Raya No 500/11/Ek.SDA tanggal 11 Januari 2022 perihal evaluasi pelaksanaan program PPM sektor pertambangan di Murung Raya.

Dalam arahannya Bupati Perdie mengharapkan PT. MGM bisa menjadi pilot project terkait pelaksanaan program PPM bagi perusahaan lain yang berinvestasi di Kabupaten Murung Raya.

Bacaan Lainnya
Rahamnto

Untuk membatu pihak perusahaan memaksimalkan program PPM tahun 2022, Bupati langsung menunjuk Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (BAPPEDALITBANG) Kabupaten Murung Raya, Pahala Budiawan sebagai Ketua Tim Koordinator percepatan program PPM PT. MGM.

“Diharapkan pada tanggal 31 Januari 2022 sudah menghasilkan kesepakatan bersama terkait program PPM PT. MGM dan Pemda Murung Raya. Rakor ini juga bertujuan singkronisasi antara Pemda Murung Raya dan PT. MGM terkait Program PPM yang bertujuan menghindari tumpang tindih antara Program Pemda Murung Raya dengan Program PPM atau CSR PT. MGM,” pungkas Perdie.

Sementara itu mewakili management PT. MGM, M. Asep Jaelani menyampaikan, pilar program PPM yang sedang dijalankan meliputi bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan hidup, kemandirian ekonomi dan infrastuktur.
“Tantangan dalam melaksanakan program PPM diantaranya kondisi geografis, keterbatasan jumlah dan kualitas SDM pengelola PPM di perusahaan, kesamaan persepsi dengan pemerintah daerah, serta arahan dan monitoring dan evaluasi pelaksanaan PPM dari pemerintah belum optimal,” kata Asep.

Untuk diketahui Rakor itu juga dihadiri Sekretaris Daerah Murung Raya, Hermon, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Mura Paulus Mangite, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Murung Raya Ferdinand Wijaya, Kadis Lingkungan Hidup Murung Raya Donald, Kadis Kesehatan Murung Raya Suria Siri, Kadis Sosial Murung Raya Rusine, Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja Murung Raya Pajarudinnoor dan Kadis Perhubungan Murung Raya Putu Suranta.

Pesan Sekarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.