Wabup Mura Letakan Batu Pertama Pembangunan Masjid di Ponpes Penghafal Al-Quran

Wabup Mura, Rejikinoor meletakan batu pertama pembangunan Masjid Muhammad Seman di lahan pembangunan pondok pesantren.
Android

PAMBELUM, Puruk Cahu – Wakil Bupati (Wabup) Murung Raya (Mura), Rejikinoor, didaulat untuk meletakkan batu pertama pembangunan Masjid Muhammad Seman di lahan pendirian Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Bumi Al-Quran Al-Hijrah Entreprenuer Pesantren Alam Indonesia Murung Raya pada Senin (31/8/2020) sore.

Lahan pondok pesantren seluas 2,5 Hektare yang berada di Jalan Negara menuju Desa Muara Untu, Kecamatan Murung tersebut merupakan lahan yang diwakafkan oleh dua warga, yakni atas nama H. Ahmad Rahmadi dan Abdul Wahab.

Sebelum dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan masjid, terlebih dahulu dilakukan acara ikrar wakaf atau penyerahan lahan tersebut kepada panitia pembangunan Ponpes. Penyerahan itu disaksikan oleh banyak pihak, diantaranya, Wakil Bupati Mura, Rejikinoor, Ketua NU Mura, Pajarudinoor, Ketua MUI Mura, Mislan Abrory dan lain-lain.

Bacaan Lainnya
Rahamnto

Dalam laporannya, Ketua Panitia Pembangunan masjid dan Pondok Pesantren, Ustadz Amir Hasan, mengatakan pesantren yang akan dibangun tersebut merupakan satu-satunya pesantren alam yang ada di Provinsi Kaimantan Tengah maupun di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Bisa dikatakan pesantren ini sebagai perintis. Pembangunan pesantren ini juga tidak lain untuk kemaslahatan umat, yakni mencetek generasi muda yang cinta kepada Al-quran,” ungkap Ustadz Amir Hasan.

Sementara itu Wakil Bupati Mura, Rejikinoor mengatakan pondok pesantren yang akan dibangun tersebut merupakan milik semua umat, baik itu dari Nahdlatul Ulama (Nu) maupun Muhammadiyah.

“Mari kita bersama-sama untuk terus tanamkan semangat membangun pondok pesantren ini. Tentu selain ikhtiar, kita juga tetap berdo’a agar diberi kelancaran sehingga pondok pesantern ini nanti selesai dibangun,” sebut Rejikinoor.

Pesan Sekarang

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.