Pria Asal Desa Batu Karang ini Injak Kepala Anak Sekaligus Cucunya Hingga Tewas

Robendi (baju tahanan) saat memperagakan dirinya membunuh anak sekaligus cucunya di Polres Mura, Selasa (28/1/2020).

PAMBELUM, Puruk Cahu – Entah apa yang dipikirkan oleh Robendi (43 tahun), pria warga Desa Batu Karang, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya (Mura), ini tega membunuhan anak sekaligus cucunya denga cara diinjak di kepala hingga tewas.

Saat menggelar press release, Kapolres Murung Raya, AKBP Dharmeshwara Hadi Kuncoro, melalui Kasatreskrim AKP Ronny M. Nababan, mengatakan kejadian penganiayaan bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut dilakukannya pada hari Kamis 26 September 2019 lalu sekitar pukul 07.30 pagi.

“Alasannya karena kesal, sebab bayi berusia tujuh hari itu menangis saat pelaku sedang tidur. Saat bangun pelaku lalu membanting bayi ke lantai sebanyak tiga kali, selanjutnya menginjak kepala dan dada korban hingga tewas,” ungkap AKP Ronny M. Nababan, Selasa (28/1/2020).

Bacaan Lainnya
Rahamnto

Menurut Kasatreskrim ini lagi, berdasarkan pengakuan tersangka, anak sekaligus cucunya tersebut merupakan hasil persetubuhan Robendi dengan anak kandungnya yang meninggal akibat pendarahan saat melahirkan.

“Dari hasil pengembangan kami sampai saat ini, ternyata anak hasil hubungan gelap antara ayah dan anak tersebut ada tiga orang. Anak pertama sudah meninggal yang menyebab kematiannya dibunuh pelaku tahun 2016 lalu, anak kedua masih hidup dan anak ketiga dibunuh oleh Robendi pada tanggal 26 September 2019 lalu,” jelas Ronny.

Tidak hanya itu, dari hasil pengakuan tersangka juga, Ronny mengungkapkan Robendi juga pernah membunuh anak hasil perkawinan dengan istri sahnya yang berumur dua tahun ditahun 2000 lalu dengan cara yang sama, yakni dibanting dan diinjak..

Sampai kasus tersebut terungkap, Ronny menjelaskan atas dasar laporan anak lelaki tersangka yang baru berumur 17 tahun hasil perkawinan sahnya sebelum bercerai.

“Pelaku dikenakan Pasal UU 35 tahun 2014 tentang perubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Pasal 80 ayat 4 dengan ancaman 15 tahun penjara karena menyebabkan meninggalnya seorang bayi. Karena korban merupakan anak kandung, ancaman hukuman penjara ditambah lima tahun, sehingga bila ditotal menjadi 20 tahun kurungan,” tambah Ronny.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.