Gaji Tidak Dibayar Perusahaan, Karyawan PT AKT Mengadu ke DPRD

PAMBELUM, Puruk Cahu – Karena tidak ada perhatian dari pihak perusahaan untuk membayarkan gaji yang sudah menunggak selama dua bulan, puluhan karyawan PT. Asmin Koalindo Tuhup (AKT) memilih mengadu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Murung Raya (Mura).

Kepada awak media, Ardi yang merupakan koordinator karyawan PT AKT saat berada di kantor DPRD Mura pada Kamis (29/11/2018) siang mengayampaikan, tidak hanya hak  gaji yang belum dibayar, akan tetapi iuran bulanan jaminan kesehatan (BPJS) para karyawan pun juga tidak diperhatikan.

“Gaji karyawan Bulan September dan Oktober belum dibayar, dua bulan sebelumnya gaji kami dibayar dengan cara dicicil,” ungkap Ardi.

Bacaan Lainnya
Rahamnto

Menurut Ardi juga, setiap karyawan menerima gaji, manajemen perusahaan tambang batu bara tersebut selalu mencantumkan potongan untuk bayar iuran BPJS di slip gaji, tetapi kenyataannya saat dibawa berobat kartu BPJS ditolak karena sudah beberapa bulan tidak dibayarkan.

“Hal tersebut dialami sendiri oleh salah satu rekan kami saat berobat ke RSUD Puruk Cahu yang kartu BPJS miliknya tidak diterima oleh pihak rumah sakit karena sudah beberapa bulan tidak ada setoran,” jelas Ardi lagi.

Terpisah, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mura, Mariyanto sesudah menerima keluhan para karyawan PT AKT mengaku dirinya sudah berkoordinasi dengan unsur pimpinan DPRD Mura dan berencana segera mendatangi kantor PT AKT yang berada di Kecamatan Laung Tuhup.

“Ketua DPRD (Gad F. Silam) setuju untuk mendatangi kantor PT AKT dalam waktu dekat. Kita ingin mendengar langsung alasan PT AKT tentang permasalahan tersebut, sekaligus mencari solusi,” tutur Mariyanto.(Supri/Red1)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.