Mengaku Tak Bisa Hidupi Anak-Istri, Pegawai UNPAR Ini Nekat Gantung Diri

PAMBELUM, Palangka Raya Rendi (25), merupakan seorang ayah muda di kota Palangka Raya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Dirinya ditemukan dalam kondisi tergantung dengan seutas tali oleh sang istri di dalam kamar rumahnya di jalan Manjuhan Induk Komplek Aditia II sekitar pukul 10.00 WIB, Rabu (02/21/2018).

Melihat kondisi sang suami sudah yang tergantung, Istri Rendi yang tengah menggendong anaknyapun seketika berteriak histeris hingga memancing tetanga berdatangan. Warga yang mengetahui persitiwa tersebut kemudian segera menghubungi aparat kepolisian.

Pada kejadian tersebut, saat pihak kepolisian tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) ternyata korban sudah diturunkan oleh sang istri dari tempat Rendi gantung diri dan pada saat itu Rendi masih memiliki denyut nadi sehingga segera dilarikan ke Rumah Sakit.

Bacaan Lainnya
Rahamnto

Sempat kita larikan ke IGD Doris Sylvanus karna pada saat di TKP korban masih memiliki denyut nadi. Begitu sampai IGD, korban dinyatkan sudah meninggal dunia. Kita masih selidiki apakah meninggal diperjalanan atau bagaimana,ucap Kapolres Palangka Raya, AKBP Timbul Siregar di depan ruang Kamboja.

Menurut sang istri, korban yang sehari-hari bekerja sebagai tenaga kontrak Staf Administrasi Fakultas Ekonomi UPR tersebut kerap mengeluh sakit kepala. Selain itu, korban juga kerap mengeluhkan bahwa dirinya merasa tidak bisa menghidupi istri dan anaknya karena mendapatkan gaji kecil di tempatnya bekerja.

Dia sering mengeluh sakit kepala. Terus dia juga sering bilang gajinya sedikit, bagaimana bisa menghidupi kalian berdua,ungkap Vina (24),yang merupakan istri korban.

Kepergian Rendi meninggalkan seorang istri dan anaknya yang masih balita. Tangis histeris dan suasana duka pun menyelimuti ruang Kamboja RSUD Doris Sylvanus. (Beben/Red2)

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.