H. Mawardi Sosialisasikan Empat Konsensus Kebangsaan

PAMBELUM, Kuala Kapuas – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Ir. HM. Mawardi, MM M.Si menggelar kegiatan sosialisasi empat konsensus kebangsaan kepada warga Kabupaten Kapuas di Sekretariat Ikatan Pemuda Muslimah Indonesia (IPEMI), Jalan Pemuda, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Rabu (7/2/2018).

Terlihat antusiasme serta semangat warga Kabupaten Kapuas saat mendengarkan pemaparan Senator Kalteng tersebut tentang empat konsensus kebangsaan yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. “Mari kita bersama-sama memahami makna dari empat konsensus kebangsaan ini sebagai pondasi kita dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara,” ungkap H Mawardi.

H. Mawardi juga menyampaikan tentang pentingnya menanamkan nilai-nilai dari empat konsensus kebangsaan ini dalam kehidupan sehari-hari yang dimana salah satunya terkandung sikap sopan-santun, saling menghormati dan saling menghargai. “Namun semua itu tergantung pada diri kita masing-masing bagaimana kita menyikapi dan membentengi diri dengan tidak meninggalkan apa yang telah diperintahkan agama dan menjauhi apa yang dilarang oleh agama,” sambungnya.

Bacaan Lainnya
Rahamnto

Apalagi saat ini, dizaman yang semakin maju ini, tambahnya, keterbukaan informasi membuat berbagai macam pengaruh masuk mempengaruhi masyarakat, termasuk generasi muda seperti pergaulan bebas dan narkoba. “Maka dari itu sangat penting untuk kita memiliki jiwa Nasionalisme dengan mengamalkan empat pilar kebangsaan yang dimana salah satunya juga yakni memperkokoh pemahaman kita terhadap agama agar tidak mudah terpengaruh akan hal-hal yang negatif. Tidak hanya masalah Pergaulan Bebas dan Narkoba, termasuk juga paham-paham ideology yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa,” sebutnya.

Maka dari itu, dalam pertemuan tersebut, Senator Kalteng itu sangat mengharapkan agar masyarakat tetap menjaga persatuan dan kesatuan dengan tidak mudah terpengaruh hal-hal yang negatif. “Mari kita bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan diantara kita ditengah-tengah keberagaman suku, agama, ras dan budaya,” pungkasnya. (Hamdi/Red2)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.