Bupati Lamandau Ir Marukan MAP menandatangani prasasti peresmian Mess Desa Bumi Sarang Paruya Kabupaten Lamandau, Senin (11/9/2017)

NANGA BULIK, MEDIABORNEO.com – Bupati Lamandau Ir Marukan MAP meresmikan Mess Desa Bumi Sarang Paruya Kabupaten Lamandau, Senin (11/9/2017). Mess desa ini juga akan digunakan untuk pemondokan peserta Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) XVI tingkat Kalteng Tahun 2017.

Bupati Lamandau Ir Marukan MAP mengungkapkan, dalam pembangunan mess desa ini harap-harap cemas. Apakah dapat terlaksana dengan baik atau tidak, terutama saat selesai menjabat Bupati Lamandau dan ternyata selesai lebih cepat.

“Percepatan pembangunan, tidak lain diuntungkan adanya Pesparawi XVI Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2017,” ujar Marukan, kemarin.

Marukan menegaskan, sebab akan dimanfaatkan untuk pemondokan peserta Pesparawi XVI tingkat Kalteng Tahun 2017 dan diperuntukan Enam kabupaten. Sehingga dengan selesai maka dapat dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik.

“Gagasan sejak Tahun 2009 untuk dibangun mess desa. Saya berpikir jauh kebelakang dimana jarak yang jauh desa dengan kota dan dibangunlah mess desa,” ucap Bupati dua periode ini.

Bupati kembali menegaskan, mess desa ini bukan milik pribadi tapi milik pemerintah daerah, yakni kabupaten, kecamatan dan desa. Dimana fasilitasi masyarakat yang berobat, sekolah dan kepentingan lainnya, karena ini berada ditengah kota atau strategis.

“Usulan nama merupakan dari Ketua DPRD Lamandau Tomy Hermal Ibrahim dengan nama Bumi Sarang Paruya, karena memiliki nilai sejarah. Bangunan lainnya Poskesdes, Rumah Betang, Kantor DAD Lamandau, Sarana Ibadah dan Aula,” katanya.

Kecamatan maupun desa-desa yang jauh dan belum memiliki mess desa, maka diharapkan membangun mess desa. Karena manfaatny sangat penting bagi masyarakat. “Terima kasih kepada Kepala Desa (Kades) yang tetap konsisten membangun mess desa. Lamandau satu-satunya kabupaten di Kalteng yang memiliki mess desa,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Lamandau, Muriadi mengatakan, mess desa merupakan fasilitas dimiliki oleh desa atas diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamandau untuk dibangun. Luas lahan mess desa 12,6 hektar lahan sejak 2010 dan pembangunan bertahap 2013 hingga 2017 melalui APBDes.

“Ada 54 mess desa yang dibangun dengan rincian, 52 mess selesai dan 2 dalam pembangunan. Terdiri dari Lamandau sembilan, Delang sembilan, Batang Kawa sembilan, Bulik Timur 10, Belantikan Raya 12 dan Menthobi Raya 5 sedangkan Sungai Bunut dan Nanga Belantikan dalam proses,” jelasnya.