PAMBELUM, Puruk Cahu – Setelah foto dirinya tersebar dan viral saat mengacungkan simbol dewasa didepan foto Kasatpol PP Kabupaten Mura, Iskandar, perempuan berinisial WI yang bekerja sebagai honorer disalah satu dinas di Kabupaten Murung Raya (Mura) mengaku sempat depresi.

Kepada media online pambelum.com, WI mengaku beberapa waktu lalu sudah dipanggil oleh pihak Satpol PP untuk dimintai penjelasan perihal dugaan pelecehan terhadap pejabat publik tersebut.

“Respon beliau (Kasatpol PP) waktu pertama kali datang sangat menerima permintaan maaf saya. Pernyataan maaf saya melalui surat peryataan tulis tangan dan menggunakan meterai,” ungkap WI, Senin (5/8/2019) malam.

Dalam kesempatan tersebut WI juga menjelaskan foto yang sudah terlanjur tersebar tersebut saat dirinya menjadi salah satu peserta pawai untuk memeriahkan hari jadi Kabupaten Mura tanggal 31 Juli 2019 lalu.

“Nah, kebetulan dinas kami dari mulai star acara sampai akhir itu posisinya selalu dibelakang Satpol PP. Jadi pas sampai finis di alun-alun kita sama-sama berhenti, berhubung musik tetap dimainkan kami joget-joget smbil foto-foto dan itu pun bukan satu gaya saja,” tambah WI.

Menurut pengakuan WI lagi, dirinya tidak sengaja menampilkan simbol tangan yang diartikan simbol dewasa tersebut didepan foto Kasatpol PP Kabupaten Mura.

“Tidak ada maksud sama skali untuk mempermalukan Pak Kasat atau niat melecehkan, karena itu semata-mata terbawa suasana dan tangan saya spontan begaya seperti itu. Saya cukup depresi kerena masalah ini, karena masalah ini bukan kemauan saya,” tuturnya lagi.

Terakhir WI menyampaikan bukan dirinya yang mengunggah foto tersebut ke media sosial, melainkan oleh salah satu rekan seprofesinya dan tanpa sepengetahuan dirinya.(SUPRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here