Bupati Mura, Perdie M. Yoseph bersama Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mura, Rahmanto Muhidin.

PAMBELUM, Puruk Cahu – Masih belum maksimalnya pabrik karet yang dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Petak Malai Buluh Merindu (PMBM) memunculkan tudingan bahwa program Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) dalam pendirian pabrik tersebut gagal.

Menanggapi tudingan tersebut, Wakil Ketua DPRD Mura, Rahmanto Muhidin menyampaikan program pabrik karet tersebut bukan gagal tapi masih belum berjalan maksimal. Menurutnya sampai saat ini DPRD bersama Bupati Murung Raya masih mencari formulasi serta skema pengoperasiannya.

“Pencarian furmulasi dan skema tersebut tidak lain bertujuan agar saat berjalan nanti tidak mengalami kendala lagi,” ucap Rahmanto, yang juga Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Mura, Sabtu (12/10/2019).

Rahmanto juga berharap tudingan kegagalan program pabrik karet ini tidak memunculkan anggapan bahwa masyarakat Murung Raya salah pilih saat pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Murung Raya tahun 2018 lalu.

Disambung Rahmanto lagi, pilihan masyarakat kepada pasangan PRO (Perdie Rejikinor) di Pilkada 2018 lalu tidak didasarkan hanya semata-mata karena pabrik karet, tetapi karena tingkat kepuasan masyarakat terhadap program pembangunan yang ditawarkan, contohnya percepatan pembangunan desa dan bantuan untuk program kesehatan maupun pendidikan.

“Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dapat dilihat dari menurunnya angka putus sekolah, meningkatnya angka kelulusan dan meningkatnya anak-anak yang melanjutkan keperguruan tinggi. Data tersebut menunjukan Bupati dan DPRD telah mampu membangun semangat dan optimis masyarakat,” ujar Rahmanto lagi.(SUPRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here